jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Jumat, 03 Desember 2010

ketika han opname

di bawah rerusuk

: Handian tercinta

pagi bubuhkan jelma pada mentari yang awan

hirup aroma ususmu ketika belum terpangkas.

ini tentamenmu, Han! segenap isian soalsoal

labu infus ditangguhmu yang tak menyeringai

jawab lain meski disodor meski tinggal menyalin.

yakin pada kokoh angin yang hembusnya betapa

sejuk sesiur. relung digumpal tanya pada jemulur

usususus di bawah rerusuk, antara belulangmu

memagar denyar otot yang nadi. nadi meranum.

kau senyumkan doa usai sebuntu usus dipangkas.

masih ada usus lain cernai makan minum

menabah pencernaan di bawah rerusuk,diselimut

daging yang putih, dibalut besinya darahmu!

pagi bubuhkan jelma pada hangat mentari. merapat

rindu kami di gelakcanda bahu mu yang derai

dari alisalis mata meriuh melena , teguhmu binar

diayatayat kasihNYA, untukku adamu untukmu adaku

*****

bdg, 27 Nopember 2010


Tidak ada komentar:

Posting Komentar