jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Kamis, 08 Desember 2011

LAVENDER


diam diam senja melantunkan serenade lavender, untuk malam khusyuk tak
bernyamuk. ia, isyarat hidupnya malam, bila temaram tak aromakan lavender,
tumbuh kepaknya merupa leliku keresahan lelap. seperti tak lelapnya bebera-
pa hari, ketika mata tatap pandang, ia perbincangkan kata sunyi. telingamu ,
telingaku entah saling menyimak apa. huruf huruf bertebaran, tandai kisah
kisah yang telah pontang panting berlarian. tapi syukurlah, jendela dan pintu
hati bumi merindu syahdu. urai setiap pintal benang kusut. kasih telah la -
pangkan untaian. cinta dan damai, merupa lorong indah. mewangi ketika se -
jumlah tapak tapak melangkah dan saling genggam lavender hati. lilin lilin se -
ketika rampak menyuluh. pucuk pucuk nyala, mengobar hangat. dinding lorong
memiuh, semburat api pun toreh di pipi dahinya.

lavender mekar, tepiannya rerumput ilalang. gapai angin, untuk turut terpercik
harum. ia melantun anggun, penuh cinta, menghenyak penyimak. lalu, lengan
lengan masih terayun diaroma lebuh genggaman. diam diam ingin kubaca tubuh-
mu, tapi siapalah aku. hanya penyuka apapun yang harum, terlebih bila itu tang-
an tangan dan kelopak mata. sertamerta aku padamu. kemudian senja beranjak
malam, percayai diri mereka baik. embun esok masih membulir. ia, selalu jernih.
begitupun senyum, doa dan bahu lengan tegarmu. kukuh menghirup binar
kelopak.

*****
bandung, 08 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar