jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Jumat, 10 Desember 2010

gumpalan gosong

gumpalan gosong



kita dibelenggu beragam alasan: mengapa kita ada, untuk apa kita

hidup, untuk apa kita disini berjumpa dengan teman, sahabat, kera-

bat juga para senior dan junior? aku tak hendak menanya , namun

lelaki tua diujung senja henyakkan lamunku. ia selalu melewati jejalan

aspal dengan memanggul kotak sol sepatu. renta namun masih kokoh.

setiap ku melihatnya seperti kulihat hiasan gips atau keramik saudara

,lelaki tua dengan memanggul bawaan yang entah berisi bongkahan

apa. gumpal menggumpal gosong, sebab hitam membongkah. pagi si-

ang senja hingga petang lelaki itu menjajakan jasa,ia tak terbelenggu

akan musim yang adil.



lelaki tua penjaja sol sepatu, ternyata kotak kayu kanannya berisi per-

alatan sol sepatu dan yang kiri berisi sebongkah apa, entah kenangan

atau bongkah peristiwa. tampak menggumpal, gumpalannya gosong .

seperti isi bakul lelaki gips, gerabah atau keramik , pemanggul. bahunya

kokoh, sekukuh ia tapakki hari. bahu yang bukan untuk rebahan tangis,

namun bahu tuk memanggul bakul bawaannya. belikatnya tumbuh!

gumpalan itu, sebongkah kenangan kelamnya, gosong!



*****

bdg, 10 Desember 2010


Tidak ada komentar:

Posting Komentar