jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Rabu, 25 Maret 2015

MUSIM KE MUSIM

musim musim di lapang bumi
mengetuk bibir pagar
untuk memulai edar

rembus angin
tiba beranjak
berbagi sejuk

seteru dingin
dipegang ingin
melalui batu batu sepi

ketika gelap, hening
dikirimnya kegembiraan
dengan temaram lilin

entah hingga berapa suluh
mesti sulut
untuk menerangi jemari

hingga senantiasa sabar
kering serta perdu, menanti cerlang
hingga senantiasa rindui benderang

ketika deras
berlompatan bilur bilur dari langit
diri diri menekuri dingin

diambilnya bebangku
memutari induk perapian
menghangati berbongkah hati


***** Bandung, 23 Maret 2015

Senin, 23 Maret 2015

MADAH LANGIT

langit memadah untuk bumi
dirimbun pagi
riang kepak membawa
paruh yang merdu mematuk
dahan ke dahan

sejuk hampar
rembus angin
erat lengan pohon pohon
memberi hangat
tarian rerumput menatap kuncup

adakah disimak
rendah tinggi terbangan sayap
ia, membawa jelaga musim
ditengarai terbangan kapuk
sesekali dilantun gerimis


***** Bandung, 18 Maret 2015

REUNI

terima kasih
teman serta sahabatku,
sahabat kanak diduapuluhan tahun jumpa
dengan memegangi keasingan wajah
namun ukiran polah nama
memilah lembaran senyum
serta doa kanak
teman sekolah menengah:
masih membawa awet rona
merupa kaca ajaib
sebab berjumpa
ialah mengencang kerut kerut kening
berkelakar melipat setiap kusut

wahai teman sahabat
sepatu sepatu, memulai langkah
dari hulu yang berbeda
melalui banyak kisah
diwarna warna
yang pernah serupa
namun lalu, alas alas kaki ke depan
di jalan jalan yang berbeda
di pematang, dibeda lapang,kerikil
kita lalui telah, dikelu riang lompatan
hingga bertahun kemudian,
kau dan teman teman betapa riuh
berrangkulan, dekati kenangan

mekar senyum mengingat kanak
untai dari berai
beradu laku, gimbal serta tipis
tebal jilidan waktu
menggenggam sabar tak usai
selaras menangkup genggam
pun dimasing masing corak
sebab pintu berjauhan
mengingat muda canda
genggami bongkah kocak
muda rona rona
benang benang kendur kencang
beradu haru


‪***** Bandung‬,22 Maret 2015
(terima kasih sahabat: Reuni Akbar SMPN 3 Bdg)

Sabtu, 14 Maret 2015

TANYA TANYA DI KELAS


: Puisi Narasi Imaji/ Metafora, untuk siswa siswiku


"Tanya, bertanyalah bila ada hal yang belum
dipahami, ayo, pun yang bisa menjawab pertanyaan
teman, cobalah untuk menjawab."
Kelas hening, siswa siswi terdiam dengan benak
memikirkan pertanyaan. Ada yang akan tunjuk jari,
namun melihat kanan ke kiri. Kalau kalau bersamaan
teman mengetuk ketuk akan tanya.

Terdiam, dinding kelas turut menyimak suatu pelajaran
dengan puluhan murid serta pengajar di ruangan 4mx5m.
Tik tok detik ke detik seakan lama. Lantai mendingin.
Kaki kaki kursi beradu saling menunjuk. Kaki kaki meja
saling menatap. Menanti munculnya kekuncup jari dengan
beberapa tanya

"Buka buku bersampul putihmu, perhatikan, lihatlah
kembang kembang api dari helai helai catatanmu, Nak.
Tatap cerlang muramnya, buatlah suatu tanya dari yang
belum dipahami, dari helai kusam"

Membuka helai ke helai. Mereka dapati ilmu ilmu,
pun pengetahuan, diantaranya: rumputan bentang.
Pepohon kayu. Reranting kering serta basah. Kekuncup
muncul hingga bebunga. Pendar wewangi.
Kembang api sinari temaram bahasan. Siswa siswi membaca,
menatap menerus memahami. Dinding masih terdiam, membisu,
menyimak, hingga seseorang pecahkan muram
:"Bu Guru, setelah kuncup jingga, bagaimana warna bunga-
nya kelak ?

***** Bandung, 14 Maret 2015

Senin, 02 Maret 2015

SEJATI HATI


bukankah ia
meletakkan diri
di rusuk yang hilang
hingga tubuh penuh
hingga tubuh hangat
terisi jajaran tetulang
pemapah rasa
penguat rindu
menumbuh cinta

jika suatu saat
agak terlepas
jangan lempar ia
yang telah genapkan
barisan penggerak
tidur bangunmu
untuk jalan dan berlarian
ambil, tariklah ketika berayunan
untuk bertahan, memupuk cinta

bukankah rusuknya
telah sepakat
menegakkan setia
beranak berbunga
disejak kekuncup kemekarnya
harum dan kesturi
bila sesekali layu
lari serta peluk sejati
hingga memekar, terus memupuk cinta


***** Bandung, 03 Maret 2015