jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Senin, 24 Januari 2011

selasar senja dan malam ...

selasar senja, dingin lembayung


angin tidak sedang bergurau

dingin lembayung tiada kelakar

piuh air tanah diricik mengarah menggemburkan

mengidungkan akar bumi


menapakinya, bukan menghuni diam

lantas orang bilang, senja tak'kan lari

genggamlah sedingin jejak

jari jari senja meruang petuah

isilah lelorongnya dengan keteduhan relung


: kebun jingga merumpun

dengan hamparan kata yang kata

di selasar senja, dingin lembayung

menawan pukau KuasaNYA


*


selasar malam, berpena bintang


setelah kidung menjabat erat awan

bebintang berlompatan

satu persatu kerlipkan bumi

adanya sebab menjentik jari jari Rabb


segala sumpek, muram dan gumaman mendung

sedari pagi dengan menawan memudar

aku bintang , hendak pendar dipena, mu

mari nikmati kata, berpesta huruf, kita


setelahnya, dapatlah kita bersitatap dengan kantuk

cengkeramai impian dengan bongkahan doa

dilegam yang tak tawar

tetap gelepar bermetamorfosa


: hingga ke peraduan

pena bintang terselip dikertas, menyurat

jingga menekuri tulisan berlarik larik malam

dari Khalik , langit bulan pun putih menetas di selasar


*****

bdg, 24 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar