jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Rabu, 19 Januari 2011

selasar pagi

1

selasar pagi


mereka, wanita lelaki paling pagi

membuka kelopak demi menyauh gelembung

embun embun bening menggumpal masih

di rerumputan

d ipelepah batang

di dedaun

di kelopak bebunga

di tubir impian


mereka, wanita lelaki paling pagi

dengan sandal dan sepatu

tergopoh gopoh diselasar

menyemat pertemuan

di selasar NYA

pada pagi ke senja

pada senja ke pagi

lukis tuliskan detak


*****

bdg, 20 Januari 2011


2

RERANTING BISU


mengejar semi musim teramat nanti

bila mereka reranting

kering diterpa angin

selalu bersulang diri dan berulang

dari kisah pepohon dengan dahan ranting

bunga serta buah _ jika ada

ketika mereka reranting sunyi

bisu seusai rimbun daun cengkeramai

setanggal pesinggahan kelopak bunga

pejalan kaki pandangi elokmu

duhai dimusim kini

badai kepakkan patahan

lalu angin muarakan

reranting bergesekkan, menghulu

mereka tak sendiri selami masa

begitupun aku

kisah tak sendiri

sunyi menyaksi denting ranting

: ketika merupa masih

bawa pesan akan nasib

cernai senyap

mendaur bisu

*****

bdg, 21 Nopember 2010


3

dibangku kayu


masih duduk di bangku kayu
seia sunyi sekata senyap
taburan aksara mengata

genggam asa pagi dan senja
putih memuara jingga
jingga rona menghilir putih

raup duduk rayap rindu
langkah ayun tak lebam
masih semat seputih kasih

kau disana, disana arungi sunyi
menunggu pagi, menanti senja
kau tak senyap, dekap kerap doa

masih duduk dibangku kayu
eja aksara alis, kata mata hati
iring jejak kalis, tiada gontai

dibangku kayu, aku tak sunyi
cawan pekat lafadz, teguk kisah
untai bibir aksara, juntai lerai

*****
bdg, Nop 2011

4
kepada lazlo j.biru dan george biro


di samping jendela, dari sebalik gerai tirai, hembus sepoi

manusia pemikir bergelut demi terang peradaban

ada kau di sana, tuan lazlo dan tuan george, selamat pagi!

hujan saljukah dahulu ketika letup letup olah renungmu letup

akan menemu alat penoreh ide ide menawan, bentuk tulisan

dan coretannya yang kelak memukau

: ialah pena!

kalian, tuanlah penganalisa penemu pena

hingga hal penting berlaksa laksa dapat kita toreh

hingga berlari lari, berlompatan jari jari kami melenggokkan puisi

memuisikan kenangan, mimpi serta impian

hingga jari jari mengata, mengalun bebunga disetiap pori

puisi pori pori berhikayat kehidupan

dari bebulu pena ke pena tinta, yang telah tuan cipta

demi keindahan pena pena, dari zamanmu hingga kini

terima kasih, tuan!

*****

bdg, 28 Januari 2011



Tidak ada komentar:

Posting Komentar