jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Rabu, 15 Februari 2012

PUKULAN

mereka merenung, ada yang duduk bersiul gembira
beberapa mengerut kening menekuri petak petak
yang kadang terjal
ada yang tekun memahat pagi, hingga senja dan malam riuh
menjadi senyap, kemudian usai lembayung ia pukul pukul
hingga meriah percikan

ia senyum, entah bahagia atau risau
tak kentara bahagia apa yang mampu menenangkannya,
lalu aku, entah harus bahagia atau marah
bongkahan gundah menipis dengan sendirinya, jemari luka
ada anyir yang telah kering, kemudian terantuk terbangan kerikil
merupa apa, mengikis relung _tersuruk, mestinya butir butir netes
namun tak jua deras, hanya sembab diiring mendung lembah

senandungmu ? ah, dentang angka angka jam menyita hari hari
pastilah lurus, lengkung dan hentak!
sebab, disanalah sejatinya kehidupan
mereka menekuri petaknya, geriap langkah, dan ada yang terduduk
dipukuli derai udara, pun ada yang memukul mukuli dirinya
masih kubaca tebaran huruf huruf hitam, coklat, biru, putih
dan merah. kupegang, menata dan meniti di julurannya
adakah larik terdengar yang tidak tidak ?
aku, menggenggam huruf huruf yang gerai

*****
bandung, 15 Pebruari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar