jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Kamis, 26 Mei 2011

SULUH ANTAH BERANTAH


suluh di rimba antah berantah, sayang,dari kejauhan senampak lambaian bentangi landai daratan
pun samudera yang kelak berenang renang segenap dayung pun mesin boat

membuar denyar denyar kemilau, sayang, biarkan bebintang menyuluh rimba
yang tak tercatat di konsep peta kitab konon, sebab alkisah mengaum porandakan semak

belukar api, menyuluh suluh pun di pembuluh lusuh
hingga menggeriap gosongkan alkisah semak, membelukar ia aromakan antah berantah

bila tiba dentang kita kesana, pada kelak suluh, sayang
entah ia masih bintang, bulan, atau angin lebam dan gosong, ataukah telah merupa pintu langit bumi

yang kita kuak bermantra syukur , bukan seonggok isapan jari para pendongeng curang dilalu masa
kepada suluh dikelak zaman, kutitip dikuasaNYA, nantikan hingga tak memagar esok dilampah

: pintu langit bumi, kepada haribaan cintamu saja, menyuluh merinding !


*****
bandung, 26 mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar