jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Selasa, 29 Maret 2011

RIMBUN

1. IBU
mengapa ada kanak dan dewasa sehingga kini
sebab doa kian dirindu merimbun, teruntuk dan bagi kami
sebab aku menunggui lafadz ibu disemak bulir isak sayup
hingga tersimak henyak aku disini
pada hangatMU, Tuhan .. menitip ibu sebab disini
berkoridor jauh jarak terjal berbirai pepohon tanaman
yang belum menyemi,entah penghujan atau kemarau tanam masih

2. NEK
hingga ditikung petak jalan, hingga tak tampak aku diderai
langkah dengan diktat kuliah diberapa tahun lampau
menoleh kebelakang, mata doamu mengantarku, Nek
seketika musim semi belantarakan persimpangan
kulindap teks teks yang berlari berkejaran
parau sering hembustanduskan rimbun dedaun
tangkai bunga jilidan buku, agak duri tandai seok sepatu sandal
benarlah ucap sunyimu, Nek, untukku kayuh sadel helai ilmu

3. PAP
mengapa ada cinta, rindu serta cemburui kehidupan

Pap, memuisi akanmu dengan lapang-alammu kini
tak terkata ketika kau tengokku dihampar doa
sembari senyum, sengal bilik jantung usia berblus biru
kabarkan bila kau akan jemputku, Pap
tentu cinta akrabi minggu mingguku, walau belum sempat
kuantarmu dihelaan pintu kota yang rinduimu senyum

barangkali menyelinap cemburu dilengan mereka
doa tuk kemudahanku membuka angin timur, barat, utara, selatan
dibentang samudera tak jua mewadahi rindu jumpamu, Pap
mengapa ada cinta, rindu serta cemburu warnai tubuh kehidupan
agar pintu, jendela cintai sesenyap apa halaukan debu pasir

jari jari benarlah bercelahtulang agar terselip rengkuhi genggam
merimbun lantas cinta akan bebinar , sehingga meriak
beginikah jua rindu paku pakumu akan ibu dahulu?

*****
bandung - Indonesia, 29 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar