jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Selasa, 28 Juli 2015

ALKISAH BUNGA

alkisah ia di kening lapang
membawa telapak senja
berselang kiri ke kanan genggam
menyusuri pagi ke pagi ruas
hutan bersemak
disinar bahu serta lengan

terik menarik narik angin
senyap masih ditengarai kembara
jalan jalan membawa langkah
ditubuhnya beradu birai
batu batu di jari di telapak
berlarian menepikan sangka

hembus berkejaran langkah
dan bebunga yang ditabur
beberapa kelopak ditangkai mungil
iringimu, bersamanya, besertaku
telapak lembab
berlompatan di jari jari batu


***** Bandung, 24 Juli 2015

PANAS MUSIM BULAN JULI


disuatu panas
kemarau masih akan memberi dingin
sesekali merupa gerimis
lahan lahan musim lesap menyerap bilur
kering ini membawa airtubuh diri
hingga dampal tepian telapak meretak

angin dan burung membawa layang layang
beterbangan diseteru debu
berkejaran langkah
menarik ulur senar berirama merdu
disertai derit pintu yang memuai
kering ini serap uapair bumi

diambilNYA senja untuk himpun lembar dedaun
serta kelopak bunga coklat yang berserakan
ditangkup telapak lengan langit
sayap sayap beterbangan
dari ujung jalan ke ujung kuncup
yang kelak menggenapkan

pohon pohon
lebih senyap dari denting pagi
setiap tangkai bersulur
di ruas ke ruas membawa sejuk
mengisi dingin di panas musim
hingga dua purnama esok

***** Bandung, 27 Juli 2015



Rabu, 24 Juni 2015

ANGIN BULAN KESTURI

ini indah, bulan penuh lesak
angin halus rebak kesturi
membawa melankoli kuncup kuncup
memekar biji jura
dilapang kening dilebar dada

banyak hidangan tersaji
di meja, sedari getar bedug
sedari gagang mengetuk sunyi
membuka lembaran pintu pintu
usai genang menunjuk rentang

ini indah, bulan penuh lesak
angin halus rebak kesturi
membawa melankoli kuncup kuncup
mekar kening, bibir, dada, lengan
dikerlip maghfirah

jikalau esok masih
mudah telapak berjabattangan
menarik hangat pijar
sesekali genggami gerimis
memudar debu, di tepian perapianNYA


***** Bandung, 23 Juni 2015
( Ramadhan 6 )

ANGIN BULAN KESTURI

ini indah, bulan penuh lesak
angin halus rebak kesturi
membawa melankoli kuncup kuncup
memekar biji jura
dilapang kening dilebar dada

banyak hidangan tersaji
di meja, sedari getar bedug
sedari gagang mengetuk sunyi
membuka lembaran pintu pintu
usai genang menunjuk rentang

ini indah, bulan penuh lesak
angin halus rebak kesturi
membawa melankoli kuncup kuncup
mekar kening, bibir, dada, lengan
dikerlip maghfirah

jikalau esok masih
mudah telapak berjabattangan
menarik hangat pijar
sesekali genggami gerimis
memudar debu, di tepian perapianNYA


***** Bandung, 23 Juni 2015
( Ramadhan 6 )

Sabtu, 30 Mei 2015

BERPAYUNG HATI

dipayungi mekar bunga hatinya
dengan puisi puisi merah muda
lalu ritmik rintik hitam putih
bergerak lembab, meriak
cinta cinta lalui basah mengering

muram mendung teramat jauh
sebab telah ia tanam
sebentuk jernih
geraknya di bahu bahu jalan
kasihsayangnya menempuh birai

dipayungi mekar bunga hatinya
dengan syair merah muda
lalu ritmik rintik biru jingga merah
menetes lirih ke deras
untaian hati selama hayat

***** Bandung, 30 Mei 2015

DIBULAN MEI 2015

musim memulai panas dibulan mei
apa apa saja torehan dikening

awal bebunyian lamat lamat
lalu bergerak mengeras
lengan, dada agak terbakar
lalulalang jelaga
disela sela cerlang

panas musim dibulan mei
dilambat tibanya
sesekali rintik hujan menengarai
sebab panas udara
mesti bersahabat disejuk yang masih

memulai panas dibulan mei
apa apa saja torehan dikening

***** Bandung, 26 Mei 2015

Sabtu, 23 Mei 2015

SAYAP MALAIKAT

disetiap 30 menit, disetiap 60 menit
malaikat, malaikat apa yang sayapnya
hinggap di punggung telapakmu

sebab mesti ada cahya api
: api percik, api bakar
untuk memberi nyala
sebelum padam hembus
terdiam dibasah gundukan

sejenak rebahlah,
tidur di tempat terdekat
untuk hiasi dinding jarum jarum jam
tak mesti ke lorong purba
: tongkat, temaram terang, gua asclepius
konon asclepius,
di mana orang orang bisa raih hidup kedua
tarik udara, hembus, hembuskan perlahan

maka disetiap 30 menit, 60 menit
malaikat, malaikat apa
sayapnya hinggap di punggung lenganmu?

***** Bandung, 15 Mei 2015