helai helai berlarik
mengemuka pepatah petitih pun petuah
helai helai bergambar
rekam kisah, dongeng purba dan kini
helai helai membelai massa
padanya memozaik suka lara bumi
mozaikMu, Tuhan
memotret bibir, tangan tangan anak manusia
mozaikMu, Tuhan
belum usai kita tatap, eja dan baca
*****
bandung, 11 July 2011
denting jendelaku, lantunkan untaian, puisi, cerpen dan pernak pernik kehidupan... *Bandung, West Java - INDONESIA
jendela nella s wulan ,
Senin, 11 Juli 2011
KEBUN PAGI
kedip bebulu mata limbung
bergoyang goyang ia dipelupukmu
berjalan, berlarian, berlompatan angin angin
isi segenap rongga di rerusuk dagingmu
tulang tulang beriringan derak diriak darah
melaut ia, menyauh ia dengan rindu
mengidung doa doa cinta menggemuruh
luruh menyepuh dinding matahati
di kebun pagi, bila mentari senyumkan jumpa
bangku bangku tertata rapi di bawah rimbun
seonggok hangat tangan telentang memeluk
kehadiran rindu senantiasa panjat
angin berlari, berlompatan
di kedip bebulu mata teramat
bergoyang goyang ia dipelupukmu
kebun pagi tiada mematung
*****
bandung, 11 July 2011
bergoyang goyang ia dipelupukmu
berjalan, berlarian, berlompatan angin angin
isi segenap rongga di rerusuk dagingmu
tulang tulang beriringan derak diriak darah
melaut ia, menyauh ia dengan rindu
mengidung doa doa cinta menggemuruh
luruh menyepuh dinding matahati
di kebun pagi, bila mentari senyumkan jumpa
bangku bangku tertata rapi di bawah rimbun
seonggok hangat tangan telentang memeluk
kehadiran rindu senantiasa panjat
angin berlari, berlompatan
di kedip bebulu mata teramat
bergoyang goyang ia dipelupukmu
kebun pagi tiada mematung
*****
bandung, 11 July 2011
Kamis, 07 Juli 2011
MENIT MENIT ITU CINTA
: ytc suamiku
kuhadirkan kau selalu disini
sebab menit menit itu cinta
ia keberkahan,amat syahdu
menari nari di senyap yang
sering dekap diluas lanskap
birumu bak jingga anugerah
kuhadirkan kau selalu disini
biar,biarkan lalulalang tanya
akan duga, hanya praduga!
kau sertai tebaran detak de-
tik yang kata, bila helaiku
dimeja, kaulah pena dengan
tinta cinta, setiai setiap gores
pun akulah jendela dimana
angin angin rindu membuluh
disayap sayap randu, itulah
menit menit cinta, tuluskan
ia di geletar jagad rohmu!
tak tuk tok kedepan langkah
tiada ingin buru mundur, be-
gitupun aku padamu
*****
bandung, 07 July 2011
kuhadirkan kau selalu disini
sebab menit menit itu cinta
ia keberkahan,amat syahdu
menari nari di senyap yang
sering dekap diluas lanskap
birumu bak jingga anugerah
kuhadirkan kau selalu disini
biar,biarkan lalulalang tanya
akan duga, hanya praduga!
kau sertai tebaran detak de-
tik yang kata, bila helaiku
dimeja, kaulah pena dengan
tinta cinta, setiai setiap gores
pun akulah jendela dimana
angin angin rindu membuluh
disayap sayap randu, itulah
menit menit cinta, tuluskan
ia di geletar jagad rohmu!
tak tuk tok kedepan langkah
tiada ingin buru mundur, be-
gitupun aku padamu
*****
bandung, 07 July 2011
Rabu, 06 Juli 2011
BUNGA BUNGA TUMBUH
renungku rindu,
mencintaimu, tumbuhkan kekuncup
merindui, ombakkan sabar di palung relung
gamit, lalu kuncup membunga
dari satu dua tiga merebak
kian erat genggam, kian kebun aku
bunga bunga tumbuh
kusirami doa tak berbatas
kian erat genggam, kian gembur lahan
bunga bunga tumbuh
menari kelopaknya, bersenandung ia
*****
bandung, 06 Juli 2011
mencintaimu, tumbuhkan kekuncup
merindui, ombakkan sabar di palung relung
gamit, lalu kuncup membunga
dari satu dua tiga merebak
kian erat genggam, kian kebun aku
bunga bunga tumbuh
kusirami doa tak berbatas
kian erat genggam, kian gembur lahan
bunga bunga tumbuh
menari kelopaknya, bersenandung ia
*****
bandung, 06 Juli 2011
Selasa, 05 Juli 2011
KERTAS MENGARAK
ia bawa senar
cerlang, mendawai
pun mengarak tipis kertas
disenandung angin
dikidung awan kapas
diruah rindu teramat lebat
ia bawa kertas
tuk penakan arakan letup
setiap merdu letupan
mendawai kesekian tahun
di lembar lembar terbit mentari
dan helai bebintang pagari bulan
bahagiaku Tuhan, sebab
baru saja ia mengarak
*****
bandung, 05 July 2011
cerlang, mendawai
pun mengarak tipis kertas
disenandung angin
dikidung awan kapas
diruah rindu teramat lebat
ia bawa kertas
tuk penakan arakan letup
setiap merdu letupan
mendawai kesekian tahun
di lembar lembar terbit mentari
dan helai bebintang pagari bulan
bahagiaku Tuhan, sebab
baru saja ia mengarak
*****
bandung, 05 July 2011
MERUAS RINTIK
hujan !
sekonyong serenade rintikmu radang
menari nari dikering tanah panas musim
entah rindu atau berangkal pilu
sayap sayap bilik
sapa dahan lintang, senyap
pelukkinya berkaca kaca
gemeretak tuts tuts retas
pelukki cinta dilayar netas
hingga!
tiba esok musim
sekian rimbun bermekaran
dari meruas subur genderang
berbahasa cakap senyap
*****
bandung, 05 Juli 2011
sekonyong serenade rintikmu radang
menari nari dikering tanah panas musim
entah rindu atau berangkal pilu
sayap sayap bilik
sapa dahan lintang, senyap
pelukkinya berkaca kaca
gemeretak tuts tuts retas
pelukki cinta dilayar netas
hingga!
tiba esok musim
sekian rimbun bermekaran
dari meruas subur genderang
berbahasa cakap senyap
*****
bandung, 05 Juli 2011
Sabtu, 02 Juli 2011
TELAGA KISAH
"aku ingin melompat dan renangi telaga,
itu telaga kisah kisahmu," katanya
"bukankah telah pula kau berbasah basah?"
"hmm ya, ini perciknya saja ..."
tentu kau baik baik di sana
Allah cipta kita, baik pun penuh cinta
karenanya kita makhluk pencinta
barangkali apa yang kita ingini beda dengan lain, fitrah
kesungguhannya ingin renangi telaga kisah
entahlah bila tak mewarna kilau bak telaga warna konon terburai dari berai kalung kerlip
ia, telah ceburkan diri
tak hanya celap celup yang percik, tak hanya kecipak goyang tapak tapak kaki
guyur deburi daging tubuhnya
ia doa, gigil rinding pula
direndam kisah telaga
rintik airmata baur padanya, dihangat balut
kisah telaga berjudul berbab bab
untaiku dan ia, pun sahabat yang turut berkecipak
turut melompat, buurrrr !
bulu mata jadi buku, genang bulir mata, senyum, celupan jari jari deraskan larik larik cerita pun lutut hingga tumit kaki gebyur pasangsurutkan telaga
para pemandang berkata kata
...
bandung, 02 July 2011
Langganan:
Postingan (Atom)