jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Senin, 18 Maret 2013

HAMPARAN

hampar tanah pagi, bercakap cakap ia tentang keindahan dan mimpi. membuka awal pelupuk dipercik bening. mimpi dari kening kening disemat nyala. terkadang asa memiuh, berai ia dari derainya. harapan berpegang didedahan, angin liris serta riuh pun genggaminya. kuat ataukah melemah, ditopang oleh sangka sangka kita. oleh kemana ayun tungkai. oleh hampar menumpu pepintu. tangan tangan kita pegangi gagang. berlompatan mengejar atas kebawah, tegang dan lunglai untuk leluasa. jendela gerai, berucap akan kehadiran sela sela dingin ......................... nanti, saat rahang dan bahumu menghempas mendung, kau hisap harum likat tanah senja. ia ajari siang dari menanti pagi hingga berlarian kemalam. adakah sabar ia semat untuk sebentuk lengkung diwajah? sebab banyak terserak debu kerikil disetiap hampar. digambar gambar liku. maka pada telapak masing masing kita, siaga membawa segala tempa. siap tak siap, telah ke depan. memasukki hamparan, bergantian basah basah dengan mengering ........................... ***** Bandung, 18 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar