jendela nella s wulan ,

jendela  nella  s wulan     ,

Selasa, 23 Februari 2016

LELANGKAH


pintu menutup pun pintu membuka
lengan berpegang binar mentari

namun hingga senja
ayun larian jarum jarum dentang

musim masih betapa dingin
berseling hembus depaan angin
orang orang berebut ingin

***** Bandung, February 2016

Selasa, 02 Februari 2016

SEJUK POHON


terduduk di bawah rimbun pohon
reranting dedaun berebut angin
kekiri kekanan memanjangkan usia

lembar kelembar coklat beterbangan
lalu hiasi tanah, terkulai
menumpuk debu sela jumput semut

dedaun kelopak kering beterbangan
hati melayang beriring angin
kekiri kekanan larian pagi


***** Bandung, 01 Februari 2016

RIMBUN BEBINTANG



berapa bintang berhamburan
ke teduh pohon ke basah kering reranting
lompatannya, kilapkan dedaun, memercik ke kelopak bunga
bertaut saling dikerlip paling

berjingkat larian bebintang
berapa rebak hingga ke kening anak anak, muda mudi
helai ke helai buku dibaca terang dari kelam
bergantungan kerlip beranjak semarak

berapa binar hingga pelupukmu
tak'kan ada yang mematah
hingga fajar memanggil
beradu layang berayun gempita

berapa bintang berhamburan
padamu pada mereka mendekap malam
lompatannya, kilapkan bebahu lengan
menggenggam kembang kembang apinya masih

***** Bandung, 27 Januari 2016

Jumat, 11 Desember 2015

HIRUK RANTING RANTING

ditarik tariknya lenganku
seerat pagi, sepanas terik
mata tertutup ikat perca
"peganglah batang itu, ceritakan"
raba penuh duga, hingga
kuikuti tikungan tanda tanda tanya
ramai berkecamuk

:"pohon!" seru tanda memukulku
kudekap bak berdesak dikerumunan
tetes getah ditelapak, tawar
likat tak bau, tak juga harum
disatu jari, getah matang mengering cepat
dilain jari, lengket masih
getah muda, agak pedih

ranting ranting beradu hiruk
disamping, ranting kering bisu
menikmati senyap
menarik narik sulur dedaun
daun lebar setelapak, runcing diujung
meruas ruas jari, tipis tipis
ditorehnya tangkai, dibentuk kuntum

esok, esok kita lihat sekeliling
bagaimana sama, dimana beda
...

***** Bandung, 12 Desember 2015

Rabu, 09 Desember 2015

BERSANDAR, DIDEKAP ANGIN


bersandar teduh
diri diri didekap angin
yang membawa terbang debu
memunguti kelu
namun,
aku membasah masih

berpayung rimbun
gemerisik lembab dedaun
iringi lepasan usang
menyibak kuntum
bersamanya,
membaca sketsa

menyimak rimbun
diri diri didekap angin
kukencangkan mantel
kudekap basah batang
masih,
berkisah hangat dingin

menarik teduh
julur ranting ranting
turut berkabar
tentang baik buruk mesti
namun,
sabar hingga menebal


***** Bandung, 08 Desember 2015

Senin, 30 November 2015

TEDUH


bila kerlip hidupmu
dingin angin
sebab bintang beranjak kerjap
menatap bulan berliku

bila senja,ialah pagimu
manik peram masih
tiba akan didaun ivory
berebut matang didekap bulan

terjaga ia berbagi musim
dapati reranting lapuk
berganti dahan
kuncup bertangkai simakki kidung

termenung, apa yang diberitakan
kawan rumpun pagi
yang begitu tekun menyusuri senja
ke lorong sunyi

dijumpai seorang sendiri
kering air air tanah
berlarian ditangkai tangkai
menarik teduh dari terik

***** Bandung, 26 November 2015

MASAI SURAI


dielu elunya setaman bunga
usai dicecap, lenyap pergi
beranjak ia berkebun jagung
surai bersisir kuning

seumpama rerumput
ditendang jejak sepatu
dipukul pukul nyala bola
bergulir membelah senja

kupikir hamparan masih kelam
namun temali berkutat cerlang
berpupuk tanam cermai
nyala masai asam dikerut kening

***** Bandung, 30 November 2015