denting jendelaku, lantunkan untaian, puisi, cerpen dan pernak pernik kehidupan... *Bandung, West Java - INDONESIA
jendela nella s wulan ,
Rabu, 10 Agustus 2011
Senin, 08 Agustus 2011
TAMPILMU, MENTARI
TAMPILMU, MENTARI
by Nella S Wulan on Tuesday, August 9, 2011 at 5:51am
tampilmu, mentari
kayuh tungkai leluhur hingga mengkontemporer bumi
rasai langit diri
*****
bandung, 09 Agustus 2011
MUSAFIR
MUSAFIR
by Nella S Wulan on Saturday, August 6, 2011 at 5:30am
kitakah itu, yaa Kariim
sang penjejak lembah bukit ramadhanMu
dan entah kapan, di bebatu terjal pun likat mana
KAU akan membelah relung relung untuk disikatkilapkan
: debu kerisauan, kekhilafan
hingga cerlang merebak
kitakah penapak, cintaMu, yaa Khalik ?
*****
bandung, 06-08-2011
MIHRAB CINTA
tersimakkah, malaikat memanggil mentari _ duta pagi untuk menempati
mihrab cintanya
siapa, siapakah wahai !
penggenggam pagi ke senja, kepak pipit pipit meneduh, labuhkan ceng-
keram dimimpi penjejak jaman
masihkah pagi iri pada malam yang gamit ranggasnya siang, padahal
kemarau danau pelupuk, bulirkan satu dua sembab kecipak
itulah ia! nampak mesti kenakan rompi ketaatan, meski tak sebaja
rompi besi buatan nabi Daud a.s
simak, simaklah
: hampar tadarus rindu di mihrab cintaNya
*****
bandung, 09 Agustus 2011
IS IT ?
is it really yours
: truly cool to shine the earth, sun?
which has been benyamned by nice leaves sky
is it ?
is it absolutely yours
: willingness wings of smile
which has been blown the soul
to a cotton lovely feeling
then, it' s been flown to the life-trees
is it ?
still always tighten-up the hand
*****
bandung, 09 Agustus 2011
Sabtu, 06 Agustus 2011
KETIKA SUNYI
KETIKA SUNYI
by Nella S Wulan on Sunday, August 7, 2011 at 5:42am
ketika sunyi, jelaga malam nanti
mengembangkempiskan dada perutmu
dilelap istirah, itulah keindahan yang
betapa memuisi , wahai
*****
bandung, 07 Agustus 2011
Rabu, 03 Agustus 2011
L A J U
siang tadi Tuhan, ku bagai tak berrangka. tapi kerinduan teramat
di julang senja , menarikku bagai ikan duyung disapa mentari ,
berjemur di tepian bibir pagi bebatu sungai. maka mudahkan,
taruhlah rerangka pada dagingku, Tuhan, jangan biarkan ia terberai.
dan masih Kau beri jejaring untukku senyum cinta di gerai kehidupan.
tirai keindahanMu bungkam setiap muram, dan AgungMu_ tak durja,
senyum tawaMu sepoy, semarak merangkul bahu bahu sesiapa kita.
meneguh tangguh dikematangan laju usia. di jendela selalu Kau bisik:
tangkup ketulusan pekerti, kesejatian diri memeluk rerangka, di bibir
pagi bebatu sungai pun jejalan. jadilah hebat, selalu membaik!
hingga malam langitbumi ini,Tuhan, doa doa memendar, pun reruas
jari lubangnya getar terbasuh bebulir mohon. di terjalcuramnya ,
jangan tinggalkan, aku padaMu.
*****
bandung, 04 Agustus 2011, 00.00 am
Langganan:
Postingan (Atom)